Ketika Dibuat Spechless Oleh ALLAH

Saya mengalami suatu kejadian yang buat saya terharu kemaren. Hmm ceritanya begini, akhir-akhir ini di lingkungan tempat tinggal saya lagi hebohnya baca buku Notes From Qatar karangan Muhammad Assad. Itu lho yang pengerangnya yang masih muda baru 25 tahun, ganteng, sholeh, dan cerdas. Jadi, dalam buku karangan Assad ini kebanyakan bercerita tentang Super Dubernya (pokoknya ektra super laa bukan ektra ampuh  :) )  balasan yang diberikan oleh Allah kepada orang yang rajin dan suka bersedekah.

Kata teman-teman saya tu buka asyik banget dibaca, selain bahasanya dan gaya ceritanya yang simple dan ringgan juga ternyata full makna. Saya pun ikut tertarik meminjam buku tersebut.  Jadi sebelum pergi ke kantor saya mampir dulu di perpustakan tempat saya tinggal, kemuadian saya pinjam salah satu bukunya Assad, judulnya “Sedekah Super Stories”.

Setiba di kantor langsung aja saya buka bukunya dan kebetulan kerjaan saya lagi ga banyak jadi saya punya kesempatan membaca buku tersebut. Tiap cerita dari bukunya saya di buat spechles, ada rasa yang beda saya rasakan. Dan saya terkesan teramat kecil saya berada di muka bumi Allah, saya juga malu pada diri sendiri dan sama Allah, ternyata selama ini saya jarang banget bersedekah. Terus lau bersedekah juga suka hitung-hitung suka kasih recehan seribu atau dua ribu. Sampai dirumah saya lanjutkan baca buku tersebut, dan Alahamdulillah seharian penuh saya lahap semua bacaannya (emang makanan ya main lahap ajee..hehhehe).

Nah, rasa terharu yang saya rasakan ga cuma disitu aja, setelah melaksanakan shalat magrib Alhamdulillah saya selalu usahakan untuk membaca Alquran yang dijadikan ritual rutin setiap hari. Tahun kemaren saya beru khatam Alquran dan sekarang kembali membacanyanya dari surat Al-Baqarah. Pas di surat Al-Baqarah itu waktu secara tidak sengaja yang saya baca adalah ayat 261. Dalam kandungan ayat tersebut ada kata-kata ” shadaqah”. Saya kan ga ngerti bahasa arab, langsung saja saya ambil Al-Quran terjemahan di atas lemari dan saya buka ayat 261 , kemudian saya baca terjemahannya , pada tau ga apa terjemahannya ???nah berikut kutipan terjemahannya :

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS.AL Baqarah [2] ;261)

Jeglek…..sambil nelan ludah.  Allah membuat saya semakin spechless yang sangat mendalam juga sulit banget buat di ungkapain, pengen nangis rasanya tapi air mata ga kompakan mau keluar.  Saya juga nemuin ayat  ini dalam buku yang di tulis Assad.  Hmmmm ….Saya yakin ini bukan suatu kebetulan , karena semua yang terjadi di muka bumi ini sudah diatur oleh Allah sendiri. Mungkin ini teguran Allah kepada saya untuk memperbanyak sedekah saya kepada yang membutuhkan. Satu hal yang saya yakin dalam hati saya, bahwa Allah teramat cinta kepada saya. Thanks to Allah.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s