Puisi

Sirius

Gelap mulai menyapa

Kabut turun perlahan

Tebal dan sangat tebal..

Udara dingin semerbak meresap dalam kulitku dan mampu menusuk sampai tulang belakang..

Kutarik jaketku erat menutupi tubuh..

Memantapkan langkah untuk berlaju..

Pada sore ini, aku datang kembali

Dalam keharibaan yang sunyi

Menghirup bau pekat cemara hutan

Merasakan kembali jejak langkah yang harus mendaki

Dan alam mulai dendangkan musik nyanyian  sang dewi malam..

Semua terasa begitu damai, walau semakin gelap dan beku

Walau semakin sepi dan sunyi..

Di atas sana terlihat langit bertabur bintang

Polaris, sirius dan orion…

Bulan sabit menemani malam..

Deru nafas yang mulai kelelahan dan keringat bercucuran..

Semua terasa indah demi sebuah kedamaian yang alam berikan

Lembah seulawah, 19 November 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s